Pada suatu hari Mr. Romb – Romb ( trombosit ) sedang bersepeda di sebuah taman. Dia sangat senang sekali, tiba – tiba Mr. Romb – Romb tidak melihat jika ada lubang di depannya dan dia pun terjatuh. Mr. Romb – Romb terluka dan mengeluarkan darah ( trombosit pecah ).
Mr. Romb – Romb akhirnya dibawa ke Rumah sakit Tromboplastin untuk segera diobati. Disana ia terus menangis karena kesakitan. Dr. Proto ( protombin ) dibantu oleh Suster Trombin bekerja dengan sigap. Dr. Proto memberikan suntikan FAH ( factor anti hemofilia ) kepada Mr. Romb – Romb untuk membekukan lukanya. Tetapi luka yang diderita Mr. Romb – Romb tidak kunjung sembuh, kemudian Dr. Proto menyuruh Suster Trombin untuk memberikan vitamin K dan Ca2+ kepada Mr. Romb – Romb agar lukanya cepat sembuh dan pulih kembali.
Beberapa jam kemudian suster Trombin mengabari Dr.Fibri (fibrinogen) untuk segera melakukan operasi sebelum lukanya semakin parah. Setelah keluarga Mr. Romb –romb menyetujui, kemudian Dr. Fibri melakukan operasi. Luka Mr. Romb- romb dijahit dengan benang-benang fibrin dan diberi cairan SERAH (sel darah) yang berfungsi untuk membekukan lukanya.
Operasipun berjalan dengan lancar. Luka Mr. Romb – Romb juga dapat disembuhkan. Setelah beberapa hari kemudian Mr. Romb – Romb telah pulih dan dapat berjalan serta melakukan aktivitas seperti biasanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar